SELADA
Selada adalah tanaman semusim
polimorf (memiliki banyak bentuk), khususnya dalam hal bentuk daunnya. Ada
empat jenis selada yang dikenal, yaitu selada telor, selada daun, selada rapuh
dan selada batang. Jenis yang banyakdiusahakan didataran rendah adalah selada
daun. Selada umumnya dimakan mentah (lalap), dibuat salad atau disajikan dalam
berbagai bentuk masakan Eropa maupun Cina. Jarang sekali selada disayur masak,
karena rasanya menjadi kurang enak. Selada mengandung gizi cukup tinggi
terutama kandungan mineralnya.
1.
Klasifikasi
Kingdom
: Plantae (Tumbuhan)
Super
Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan
biji)
Divisi
: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas
: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub
Kelas : Asteridae
Ordo
: Asterales
Spesies
: Lactuca sativa L.
2.
Deskripsi
Daun selada berbentuk bulat
panjang, biasanya berposisi duduk (sessile), dan tersusun berbentuk spiral
dalam roset padat. Daun selada berwarna hijau segar, tepinya bergerigi atau
berombak. Warna daunnya beragam mulai dari hijau muda hingga hijau tua. Daun
tak berambut, mulus, berkeriput atau kusut berlipat.
Bunga selada berwarna kuning, terletak pada
rangkaian yang lebat dan tangkai bunganya dapat mencapai ketinggian 90 cm.
Bunga ini menghasilkan buah berbentuk polong yang berisi biji. Biji selada
berbentuk pipih, berukuran kecil-kecil serta berbulu dan tajam.
3.
Kandungan Kimia
Daun selada kaya akan antioksidan seperti
betakarotin, falat, dan lutein serta mengandung indol yangberkhasiat melindungi
tubuh dari serangan kanker. Kandungan serat alaminya dapat menjaga kesehatan
organ-organ pencernaan. Keragaman zat kimia yang dikandungnya seperti air,
kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fospat, besi, vitamin A dan B1.
Salada mengandung gizi cukup tinggi terutama sumber
mineral. Kandungan zat gizi dalam 100 g selada antaralain kalori 15,00 kal,
protein 1,20 g, lemak 0,2 g, karbohidrat 2,9 g, Ca 22,00 mg,P 25 mg, Fe 0,5 mg,
Vitamin A 540 SI, Vitamin B 0,04 mg, dan air 94,80 g.
4.
Jenis-jenis Selada
Tiap jenis lettuce memiliki ciri tersendiri seperti head
lettuce yang memiliki bentuk seperti kepala, leaf lettuce dengan bentuk daun
yang mencolok, salah satu jenisnya adalah selada lokal yang terkenal di pasar
dengan nama selada. Pemberian nama selada mungkin karena sayuran ini biasa
disajikan sebagai salad.
1. Lollo
verde
Di Indonesia, dikenal juga dengan sebutan selada keriting. Memiliki daun yang
ramping dengan bagian ujung bergelombang. Tulang daunnya empuk, berwarna
putih. Biasanya daun selada keriting ini berwarna hijau muda hingga kuning
muda. Cita rasanya netral, cocok dipadukan dengan beragam dressing.
2. Lollo
rosso
Berada pada kategori yang sama dengan selada keriting. Bedanya, jenis dedaunan ini ujungnya berwarna kemerahan. Teksturnya lembut, namun tetap renyah. Dipercaya mengandung antioksidan jenis quercetin yang tinggi. Kerap digunakan sebagai campuran dalam mesclun.
Berada pada kategori yang sama dengan selada keriting. Bedanya, jenis dedaunan ini ujungnya berwarna kemerahan. Teksturnya lembut, namun tetap renyah. Dipercaya mengandung antioksidan jenis quercetin yang tinggi. Kerap digunakan sebagai campuran dalam mesclun.
3. Iceberg
lettuce (Head lettuce)
Kerap disebut selada bokor. Merupakan jenis selada dengan bonggol yang besar dengan lembaran daun berlapis-lapis yang padat. Teksturnya renyah dengan cita rasa segar. Di beberapa negara Eropa, selada jenis ini hanya bisa ditemukan pada musim panas. Setelah dipanen, selada bokor harus segera dikonsumsi karena daya tahannya hanya sekitar 24 jam.
Kerap disebut selada bokor. Merupakan jenis selada dengan bonggol yang besar dengan lembaran daun berlapis-lapis yang padat. Teksturnya renyah dengan cita rasa segar. Di beberapa negara Eropa, selada jenis ini hanya bisa ditemukan pada musim panas. Setelah dipanen, selada bokor harus segera dikonsumsi karena daya tahannya hanya sekitar 24 jam.
4. Cos/Romaine lettuce
Dipasarkan dengan nama yang sama di sini. Aslinya berasal dari Pulau Kos di Yunani. Daunnya lebar berwarna hijau dengan bentuk oval memanjang. Menjadi dasar untuk pembuatan cesar salad yang tersohor. sekilas mirip sawi putih. Romaine lettuce atau yang lebih dikenal cos merupakan lettuce yang paling digemari dalam bentuk hidangan salad.
5. Boston
lettuce/Escarole
Disebut juga selada batavia. Memiliki bonggol di bagian pangkalnya dengan helaian daun yang lepas. Daunnya sedikit bergelombang dan bercita rasa segar dengan tekstur renyah. Selain cocok sebagai campuran salad, sering juga digunakan untuk sandwich.
Disebut juga selada batavia. Memiliki bonggol di bagian pangkalnya dengan helaian daun yang lepas. Daunnya sedikit bergelombang dan bercita rasa segar dengan tekstur renyah. Selain cocok sebagai campuran salad, sering juga digunakan untuk sandwich.
6. Radicchio
Berasal dari keluarga chicory. Memiliki daun berwarna merah gelap dengan semburat putih pada bagian batang. Bentuknya bulat atau memanjang dan rasanya sedikit pahit. Populer dipakai dalam sajian salad dari dapur Italia. Karena agak pahit, radicchio kerap dimasak terlebih dahulu. Terkadang ditambah wine untuk memperkaya rasa selada merah ini.
Berasal dari keluarga chicory. Memiliki daun berwarna merah gelap dengan semburat putih pada bagian batang. Bentuknya bulat atau memanjang dan rasanya sedikit pahit. Populer dipakai dalam sajian salad dari dapur Italia. Karena agak pahit, radicchio kerap dimasak terlebih dahulu. Terkadang ditambah wine untuk memperkaya rasa selada merah ini.
7. Butterhead (var. Asparagina)
5.
Manfaat Selada
Semua jenis sayuran
hijau tentu baik untuk kesehatan. Namun, jangan sampai Anda melewatkan
macam-macam manfaat daun selada bagi tubuh berikut ini. Sekarang Anda jadi
punya alasan lebih banyak untuk mengonsumsi selada yang segar dan menyehatkan.
1. Menjaga kesehatan jantung
Daun selada kaya akan
folat. Di dalam tubuh Anda, folat berfungsi untuk mengolah asam amino
bernama homosistein dalam darah. Sedangkan kadar homosistein
dalam darah yang terlalu tinggi bisa menimbulkan berbagai masalah pada jantung.
Misalnya peyumbatan pembuluh darah. Hal tersebut dapat meningkatkan
risiko stroke, penyakit arteri koroner, dan emboli paru.
Di samping itu,
selada juga mengandung vitamin A dan C. Keduanya berfungsi sebagai antioksidan
yang ampuh melawan radikal bebas sekaligus mencegah kerusakan sel-sel yang bisa
berujung pada penyakit jantung.
2. Merawat kecantikan kulit
Kekurangan asupan
vitamin A dapat membuat warna kulit jadi tidak rata atau belang. Sedangkan
kekurangan vitamin C bisa membuat kulit cepat keriput, kendur, dan kusam. Nah,
rutin mengonsumsi daun selada yang kaya akan vitamin A dan C bisa membantu
merawat kulit Anda agar tampak lebih sehat, kencang, dan lembut. Kandungan air
yang tinggi dalam daun selada juga bisa menjaga kelembapan kulit Anda secara
alami sehingga tidak kering atau bersisik.
3. Meningkatkan kekebalan tubuh
Berbagai vitamin
dalam daun selada berfungsi untuk menjaga sel-sel imun dalam melawan virus dan
bakteri penyebab penyakit. Kandungan vitamin A juga mampu meredakan infeksi,
peradangan, serta kerusakan sel. Maka, rutin makan selada bisa membantu
Anda mencegah penyakit umum yang disebabkan oleh virus dan bakteri.
Misalnya influenza dan diare.
4. Mencegah komplikasi kehamilan
Manfaat daun selada
bagi ibu hamil dan janin tentu sayang kalau dilewatkan. Pasalnya, daun selada
adalah sumber folat yang tinggi. Senyawa folat terbukti dapat menekan risiko
kecatatan pada janin. Selada yang kaya akan vitamin K juga mampu
mencegah perdarahan setelah persalinan. Pasalnya, vitamin K
berfungsi untuk menjaga agar darah ibu hamil dan janinnya tidak terlalu encer.
5. Menjaga kesehatan mata
Khasiat baik vitamin
A bagi kesehatan mata tentu sudah tidak asing lagi buat Anda. Kekurangan
vitamin A bisa meningkatkan risiko glaukoma, katarak, dan menurunnya
penglihatan karena proses penuaan. Selada yang tinggi akan vitamin A bisa
membantu Anda menjaga agar mata senantiasa sehat dan tajam meskipun usia terus
bertambah.
6. Mencegah tulang keropos
Pembentukan dan
kepadatan tulang Anda sangat bergantung pada vitamin K serta kalsium. Jadi
mengonsumsi sayuran hijau seperti selada yang kaya akan vitamin K dan kalsium
bisa mencegah pengeroposan tulang, osteopenia, atau osteoporosis.
6.
Cara Menanam Selada
cara menanam selada yang baik berikut ini:
1. Pembenihan dan Pembibitan
Tanaman selada dikembangkan dengan biji. Benih selada dalam bentuk biji tersebut bisa disebarkan langsung di atas bedengan, namun yang paling baik adalah disemaikan terlebih dahulu di lahan persemaian selama kurang lebih satu bulan, atau disaat bibit tanaman tersebut telah memiliki 3 – 5 helai daun. Pembibitan dengan persemaian selain dapat menghemat benih, juga memudahkan pemeliharaan bibit, karena bibit yang akan dipindah tanamkan dapat terlebih dahulu diseleksi.
2. Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah dilakukan dengan cara mencangkul atau membajak untuk membalikkan tanah. Setelah itu tanah dikeringkan selama ± 15 hari, sebelum kembali diolah dengan membentuk bedengan atau cukup diratakan selama di sekeliling lahan diberi parit pembuangan air dengan lebar 40-60 cm dan dalam 50-60 cm. Jika dibentuk bedengan, lebar parit tersebut adalah 80-120 cm sedang tingginya 30-40 cm, sehingga setiap bedengan bisa ditanami 3-5 barisan tanaman dengan jarak antar bedeng 30-40 cm.
3. Penanaman
Karena selada tergolong tanaman yang tidak tahan terhadap hujan lebat, maka waktu tanam sebaiknya dilakukan pada akhir musim hujan atau sekitar bulan Maret/April, pada pagi atau sore hari.
Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk menanam selada, yakni dengan :
- Menyebarkan benihnya secara langsung, atau
- Memindahkan bibit yang telah disemai ke lahan tanam.
Namun, sebagaimana tersebut di atas, cara penanaman yang paling baik adalah dengan menyemai bibit terlebih dahulu.
4. Pemeliharaan
Dalam masa pemeliharaan, tanaman selada memiliki beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti:
- Penyiangan
Selada sudah harus disiangi ketika berumur 2 minggu. Hal ini disebabkan karena akar selada yang menancap di tanah dangkal, sehingga tidak mampu untuk bersaing dengan tanaman lain utamanya rumput-rumput liar dalam menyerap hara. Fungsi lain dari penyiangan adalah untuk menekan serangan hama/penyakit. Penyiangan dilakukan dengan Interval satu minggu sekali.
![[IMG]](file:///C:/Users/ASUS/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image005.gif)
- Pengairan
Karena tanaman selada butuh air yang cukup, maka pengairan juga harus mendapat perhatian, utamanya di daerah dataran rendah yang suhu udaranya lebih panas serta sering kekurangan air. Kebutuhan air wajib dipenuhi pada masa awal penanaman, disaat tanaman berumur 2 minggu, atau saat penyiangan pertama, juga pada waktu tanaman berumur satu bulan.
- Penyiraman
Penyiraman bisa dilakukan dengan langsung menyiramkan air ke bagian batang dan daun tanaman, bisa juga dengan mengalirkan air melalui parit-parit pengairan di kanan-kiri lahan penanaman. Perhatikan kondisi parit pengairan, agar senantiasa dapat melewatkan kelebihan air di saat turun hujan lebat. Jangan sampai ada air yang tergenang cukup lama di sekitar tanaman, karena akan merusak perakaran dan menyebabkan tanaman menjadi roboh.
- Pemupukan
Jika tanaman terlihat kurang subur, berikan pupuk tambahan berupa pupuk kandang sebanyak 2 ton untuk satu hektar lahan. Pupuk kandang yang baik adalah yang mengandung unsur nitrogen yang tinggi seperti kotoran ayam. Selain pupuk kandang, dapat pula ditambahkan pupuk kimia, dengan dosis untuk setiap satu hektar lahan sebanyak 200 kg urea, 100 kg TSP, dan 100 kg KCI 100 kg.
5. Hama dan Penyakit
Selada memiliki beberapa hama dan penyakit yang mengganggu seperti:
- Kutu Daun
Jenis hama yang paling banyak menyerang tanaman selada adalah kutu daun. Akibat yang ditimbulkan dari hama ini berupa mengerut dan mengeringnya daun karena kurang cairan. Tanaman muda yang terserang kutu daun, pertumbuhannya tidak dapat sempurna atau kerdil. Untuk mengendalikan kutu ini, diperlukan Insektisida, seperti Diazinon, Orthene 75 SP, maupun Bayrusil. Cara pemakaiannya dengan menyemprotkan insektisida tersebut dengan dosis 2 cc/l air.
- Thrips
Hama lain yang juga kerap menyerang tanaman selada adalah thrips. Ciri dari serangan hama ini berupa menguning dan mengeringnya daun sebelum akhirnya tanaman mati. Untuk mengendalikan hama ini dapat digunakan Tamarot 200 EC, Bayrusil 250 EC, atau Tokuthion 500 EC dengan dosis 2 ml perliter air.
- Penyakit busuk batang
Untuk jenis penyakit yang sering menyerang tanaman selada adalah penyakit busuk batang. Gejalanya ditandai dengan melunak dan berlendirnya batang, sedang akibat yang ditimbulkannya adalah membusuknya akar. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Rhizoctonia solani. Untuk mencegahnya, lahan harus senantiasa dijaga kebersihannya serta mengurangi kelembaban lahan. Dapat pula dengan menyemprotkan fungisida Maneb atau Dithane M 45 dengan dosiss 2 g/l.
![[IMG]](file:///C:/Users/ASUS/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image005.gif)
6. Panen dan Pasca Panen
Setelah berumur 2-3 bulan, tanaman Selada dapat dipanen. Cara melakukan pemanenan selada dengan memotong bagian tanaman yang ada di atas permukaan tanah, atau dengan mencabut tanaman bersama dengan akarnya. Akar selada hasil panen tersebut selanjutnya dicuci, dan daun-daunnya yang rusak dibuang. Selada lantas dikelompokkan berdasarkan ukurannya sebelum dijual.
Tindakan pasca panen ini harus dilakukan dengan secepat mungkin karena tanaman selada tidak tahan terhadap panas dan penguapan. Karena itu, jika jeda waktu yang dibutuhkan sebelum dipasarkan cukup lama, simpanlah selada tersebut di tempat lembab dan berada dekat dengan air, atau dengan mencipratkan air secara rutin. Untuk setiap satu hektar lahan tanam, produktivitas tanaman selada bias mencapai 15 – 20 ton.
1. Pembenihan dan Pembibitan
Tanaman selada dikembangkan dengan biji. Benih selada dalam bentuk biji tersebut bisa disebarkan langsung di atas bedengan, namun yang paling baik adalah disemaikan terlebih dahulu di lahan persemaian selama kurang lebih satu bulan, atau disaat bibit tanaman tersebut telah memiliki 3 – 5 helai daun. Pembibitan dengan persemaian selain dapat menghemat benih, juga memudahkan pemeliharaan bibit, karena bibit yang akan dipindah tanamkan dapat terlebih dahulu diseleksi.
2. Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah dilakukan dengan cara mencangkul atau membajak untuk membalikkan tanah. Setelah itu tanah dikeringkan selama ± 15 hari, sebelum kembali diolah dengan membentuk bedengan atau cukup diratakan selama di sekeliling lahan diberi parit pembuangan air dengan lebar 40-60 cm dan dalam 50-60 cm. Jika dibentuk bedengan, lebar parit tersebut adalah 80-120 cm sedang tingginya 30-40 cm, sehingga setiap bedengan bisa ditanami 3-5 barisan tanaman dengan jarak antar bedeng 30-40 cm.
3. Penanaman
Karena selada tergolong tanaman yang tidak tahan terhadap hujan lebat, maka waktu tanam sebaiknya dilakukan pada akhir musim hujan atau sekitar bulan Maret/April, pada pagi atau sore hari.
Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk menanam selada, yakni dengan :
- Menyebarkan benihnya secara langsung, atau
- Memindahkan bibit yang telah disemai ke lahan tanam.
Namun, sebagaimana tersebut di atas, cara penanaman yang paling baik adalah dengan menyemai bibit terlebih dahulu.
4. Pemeliharaan
Dalam masa pemeliharaan, tanaman selada memiliki beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti:
- Penyiangan
Selada sudah harus disiangi ketika berumur 2 minggu. Hal ini disebabkan karena akar selada yang menancap di tanah dangkal, sehingga tidak mampu untuk bersaing dengan tanaman lain utamanya rumput-rumput liar dalam menyerap hara. Fungsi lain dari penyiangan adalah untuk menekan serangan hama/penyakit. Penyiangan dilakukan dengan Interval satu minggu sekali.
- Pengairan
Karena tanaman selada butuh air yang cukup, maka pengairan juga harus mendapat perhatian, utamanya di daerah dataran rendah yang suhu udaranya lebih panas serta sering kekurangan air. Kebutuhan air wajib dipenuhi pada masa awal penanaman, disaat tanaman berumur 2 minggu, atau saat penyiangan pertama, juga pada waktu tanaman berumur satu bulan.
- Penyiraman
Penyiraman bisa dilakukan dengan langsung menyiramkan air ke bagian batang dan daun tanaman, bisa juga dengan mengalirkan air melalui parit-parit pengairan di kanan-kiri lahan penanaman. Perhatikan kondisi parit pengairan, agar senantiasa dapat melewatkan kelebihan air di saat turun hujan lebat. Jangan sampai ada air yang tergenang cukup lama di sekitar tanaman, karena akan merusak perakaran dan menyebabkan tanaman menjadi roboh.
- Pemupukan
Jika tanaman terlihat kurang subur, berikan pupuk tambahan berupa pupuk kandang sebanyak 2 ton untuk satu hektar lahan. Pupuk kandang yang baik adalah yang mengandung unsur nitrogen yang tinggi seperti kotoran ayam. Selain pupuk kandang, dapat pula ditambahkan pupuk kimia, dengan dosis untuk setiap satu hektar lahan sebanyak 200 kg urea, 100 kg TSP, dan 100 kg KCI 100 kg.
5. Hama dan Penyakit
Selada memiliki beberapa hama dan penyakit yang mengganggu seperti:
- Kutu Daun
Jenis hama yang paling banyak menyerang tanaman selada adalah kutu daun. Akibat yang ditimbulkan dari hama ini berupa mengerut dan mengeringnya daun karena kurang cairan. Tanaman muda yang terserang kutu daun, pertumbuhannya tidak dapat sempurna atau kerdil. Untuk mengendalikan kutu ini, diperlukan Insektisida, seperti Diazinon, Orthene 75 SP, maupun Bayrusil. Cara pemakaiannya dengan menyemprotkan insektisida tersebut dengan dosis 2 cc/l air.
- Thrips
Hama lain yang juga kerap menyerang tanaman selada adalah thrips. Ciri dari serangan hama ini berupa menguning dan mengeringnya daun sebelum akhirnya tanaman mati. Untuk mengendalikan hama ini dapat digunakan Tamarot 200 EC, Bayrusil 250 EC, atau Tokuthion 500 EC dengan dosis 2 ml perliter air.
- Penyakit busuk batang
Untuk jenis penyakit yang sering menyerang tanaman selada adalah penyakit busuk batang. Gejalanya ditandai dengan melunak dan berlendirnya batang, sedang akibat yang ditimbulkannya adalah membusuknya akar. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Rhizoctonia solani. Untuk mencegahnya, lahan harus senantiasa dijaga kebersihannya serta mengurangi kelembaban lahan. Dapat pula dengan menyemprotkan fungisida Maneb atau Dithane M 45 dengan dosiss 2 g/l.
6. Panen dan Pasca Panen
Setelah berumur 2-3 bulan, tanaman Selada dapat dipanen. Cara melakukan pemanenan selada dengan memotong bagian tanaman yang ada di atas permukaan tanah, atau dengan mencabut tanaman bersama dengan akarnya. Akar selada hasil panen tersebut selanjutnya dicuci, dan daun-daunnya yang rusak dibuang. Selada lantas dikelompokkan berdasarkan ukurannya sebelum dijual.
Tindakan pasca panen ini harus dilakukan dengan secepat mungkin karena tanaman selada tidak tahan terhadap panas dan penguapan. Karena itu, jika jeda waktu yang dibutuhkan sebelum dipasarkan cukup lama, simpanlah selada tersebut di tempat lembab dan berada dekat dengan air, atau dengan mencipratkan air secara rutin. Untuk setiap satu hektar lahan tanam, produktivitas tanaman selada bias mencapai 15 – 20 ton.
7.


